Pada tulisan kali ini, teman-teman akan mempelajari tentang bab Hereditas Biologi kelas 12. Dalam ilmu biologi Hereditas adalah ilmu pewarisan sifat, yaitu suatu cara melestarikan keturunan dengan mewariskan sifat dari induk ke anakannya secara biologis dengan adanya gen (pembawa sifat tubuh). Setiap gen yang ada di dalam tubuh kita membawa materi genetik yang diwariskan dari induk kepada keturunannya. Gen-gen tersebut dapat ditemukan pada lokus-lokus kromosom.


Pada proses pewarisan sifat terdapat bentuk atau pola dalam mewariskannya. Mari kita ketahui apa saja  pola-pola pewarisan tersebut.

1. Determinasi Seks

2. Pautan Gen (Gen Linkage)

Setiap kromosom mengandung gen yang tersimpan di tempat khusus yang disebut lokus. Gen-gen ini dapat berada pada kromosom yang sama atau kromosom yang berbeda. Nah, gen-gen yang berada dalam satu kromosom homolog yang sama dan letaknya saling berdekatan ini yang disebut sebagai pautan gen (gene linkage). 

Keterangan gambar :
Gambar 1 (Gb. 1) : kromosom yang di dalamnya terdapat pautan gen (gen A dan B)
Gamabr 2 (Gb. 2) : kromosom non sister yang tidak mengalami pautan gen

Yang menjadi penentu terjadinya pautan gen adalah letak yang berdekatan antar gen tersebut. Terjadinya pautan gen ini beralngsung sampai fase pembentukan gamet (sel kelamin). Akibat dari pautan dua gen atau lebih akan menghasilkan jumlah gamet yang lebih sedikit. Jumlah tersebut akan berbeda dengan gen-gen yang tidak mengalami pautan. Maka, ketruurnan yang terbentuk akan memiliki perbandingan genotipe dan fenotipe yang jumlahnya lebih sedikit. Perhatikan diagram persilangan berikut untuk dapat memahami persitiwa pautan gen.

Gb. Diagram terjadinya Pautan Gen


3. Pautan Seks

4. Pindah Silang (Crossing Over)

5. Gagal Berpisah (Non-disjunction)

6. Gen Letal

- Gen Letal Dominan

- Gen Letal Resesif

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hereditas Pada Manusia

Dalam sebuah keluarga mulai dari ayah, ibu, anak laki-laki, dan anak perempuan, satu sama lain akan terdapat kemiripan. Sifat mirip yang muncul pada anak bisa jadi merupakan penurunan sebagian dari ayah dan sebagian dari ibu. Bisa saja anak laki-laki akan lebih mirip kepada ayahnya sedangkan anak perempuan akan lebih condong kemiripannya pada ibunya. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya prinsip hereditas, yaitu suatu pola pewarisan sifat dari induk terhadap anaknya. Sifat yang diturunkan berlangsung dari generasi ke generasi. Buktinya, mulai dari manusia pertama yakni nabi Adam AS., hingga saat ini, keturunan manusia masih lestari dan terjaga.


Sifat-sifat yang diturunkan pada keturunan ada yang bersifat dominan dan resesif. Berikut adalah tabel yang menunjukan sifat dominan dan resesif pada manusia.

No.
Sifat
Resesif
Dominan
1
Rambut
Lurus
Keriting
2
Rambut kepala
Botak (Pr)
Botak (Lk)
3
Warna kulit
Albino
Normal
4
Ukuran bibir
Tipis
Tebal
5
Ukuran jari
Normal
Brakidaktili (pendek)
6
Jumlah jari
Normal
Polidaktili (> 5 jari)
7
Keadaan jari
Normal
Sindaktili (berselapuut)
8
Kondisi mental
Skizofrenia
Normal

Sifat-sifat menurun yang ada pada manusia memiliki karakter merugikan (berupa penyakit atau kelainan) dan menguntungkan (yaitu sifat-sifat normal tubuh).

Sebagaimana diketahui sebelumnya, bahwa manusia memiliki 46 kromosom. Dari jumlah tersebut, kromosom terkategori menjadi autosom (kromosom tubuh = 44) dan gonosom (kromosom seks = 2). Untuk menentukan jenis kelamin, berlaku ketentuan seperti berikut :
- Pria                      : 44A + XY
- Wanita               : 44A + XX

Artinya, pada pria ditemukan dua jenis kromosom seks, yaitu kromosom X dan Y. Sedangkan pada wanita hanya ditemukan satu jenis kromosom, yaitu kromosom X.
Gb. Peluang Kelamin Anak

Terdapat sifat-sifat tubuh manusia yang berupa cacat bawaan dan penyakit bawaan (cacat dan penyakit yang diturunkan).

Cacat menurun
Cacat menurun merupakan sifat-sifat yang diturunkan dari induk terhadap anak berupa kelainan fisik. Cacat ini ada yang diturunkan (terbawa) kromosom tubuh juga pada kromosom seks. Ditinjau dari sifat gennya, ada cacat yang diturunkan berupa gen dominan dan berupa gen resesif.

#Cacat Menurun Resesif

Beberapa kelainan fisik yang diturunkan disebabkan oleh adanya gen resesif. Diantara cacat fisik yang termasuk dalam sifat resesif adalah :

A. Albino

Adalah kondisi dimana suatu individu tidak dapat membentuk pigmentasi pada kulit dan bagian tubuh lain. Karakter yang ditemukan pada penderita albino adalah matanya sangat peka terhadap sinar dengan intensitas yang tinggi (sinar matahari), memiliki kelemahan pada jaringan mata sehingga susah untuk memfokuskan cahaya yang masuk ke mata, dan matanya cenderung kemerahan karena pembuluh darahnya nampak jelas.

Genotipe yang menyebabkan munculnya sifat albino yaitu aa (homozigot resesif). Sedangkan genotipe untuk orang normal adalah kebalikannya yaitu homozigot dominan (AA). Adapun orang yang genotipenya heterozigot (Aa), maka orang tersebut bersifat pembawa sifat albino (carrier).

Kemungkinan dihasilkannya anak yang albino adalah apabila terjadi perkawinan antara wanita carrier albino dengan pria carrier albino. Hasil dari perkawinan tersebut digambarkan seperti berikut.

P :
♂ Pp
Normal
>< 
♀ Pp
Normal
G :
P, p

P, p
F :




Gamet
P
P
P
PP
(Normal)
Pp
(Normal)
p
Pp
(Normal)
pp
(Albino)

Jadi, perbandingan genotipe F = PP : Pp : pp = 1 : 2 : 1
perbandingan fenotipe = Normal : Albino = 3 : 1

B. Kebotakan

Botak adalah sifat yang diturunkan kepada anak karena terbawa secara genetik. Faktor pemicu terjadinya kebotakan secara alami adalah saat hormon testosteron bergabung dengan enzim 5-alpha reduktase untuk menghasilkan dihidrotestosteron (DHT) yang menyebabkan folikel rambut mengecil sehingga terjadi kerontokan rambut.

Genotipe dan fenotipe untuk kondisi kebotakan adalah seperti berikut :
HNHN      = pria/wanita normal
HNHB      = pria botak - wanita normal
HBHB      = pria/wanita botak
HN           = gen normal
HB           = gen penentu botak

C. Bisu-Tuli

Adalah kecacatan yang diturunkan dengan gen resesif.
P :
♂ DDee
Bisu tuli
>< 
♀ ddEE
Bisu tuli
G :
De

dE
F :

DdEe
(normal)

Gen D dan E merupakan gen yang bekerja sama dalam memunculkan karakter normal. Bila hanya memiliki salah satu gen dominan D atau E saja, maka karakter yang muncul adalah sama seperti induk yaitu bisu tuli. Terjadinya bisu-tuli adalah ciri dari penyimpangan hukum mendel yaitu sifat gen komplementer (gen yang saling melengkapi untuk memunculkan karakter).

#Cacat Menurun Dominan

Cacat bawaan akibat hadirnya gen dominan dapat diturunkan apabila terjadi perkawinan antara orang tua penderita atau carrier dengan orang tua normal.

A. Sindaktili         : adalah cacat menurun yang menyebabkan jari tangan atau kaki saling berlekatan (memiliki selaput)
B. Polidaktili        : adalah cacat menurun yang menyebabkan jumlah jari lebih dari lima
C. Brakidaktili     : adalah cacat menurun yang menyebabkan ukuran jari menjadi lebih pendek dibanding jari normal


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Penyakit Menurun


Post a Comment