Tanaman Porang pada umumnya dapat tumbuh dengan baik pada kawasan hutan di bawah tegakan pohon jati atau pohon lainnya. Tanaman ini diketahui memiliki pola pertumbuhan dengan cara menyesuaikan diri terhadap kondisi lingkungan di kawasan hutan tersebut.
Lahan Tanam Porang

Proses Penanaman Porang

Secara umum, pola pertumbuhan pohon di kawasan hutan adalah sebagai berikut :
1. Pada saat musim hujan pohon jati mengalami pertumbuhan vegetatif berupa tunas daun dan ranting, sedangkan menjelang musim kemarau pohon jati akan berbunga dan berbuah.

2. Pada saat musim kemarau, pohon jati akan menggugurkan daun dan pohonnya meranggas sehingga tersisa batang dan jantungnya saja.

Pola pertumbuhan pohon jati tersebut sesungguhnya dapat dibedakan menjadi dua stadia atau fase yaitu stadia tumbuh aktif dan stadia istirahat (dormansi). Periode tumbuh aktif tanaman porang mengikuti terhadap karakter musim yang terdapat pada kawasan tersebut. Biasanya periode pertumbuhan aktif tanaman porang berkisar sekitar 4,5 bulan, yaitu tumbuh tunas menjelang musim hujan (sekitar bulan November). Sedangkan, memasuki musim kemarau atau musim panas (sekitar bulan Maret) tanaman porang mulai roboh ke tanah yang akhirnya mengering setelah sekitar 6-8 minggu kemudian (bulan Mei).

Tanaman Porang juga dapat tumbuh dengan baik pada jenis tanah apa saja. Syaratnya adalah tanah tempat penanaman porang harus tembus dan subur. Namun, agar usaha budidaya tanaman porang dapat berhasil dengan maksimal, maka perlu diketahui beberapa hal yang merupakan syarat pertumbuhan porang (dalam tulisan akan dibahas terkait iklim dan tanah).

Tanaman Porang memerlukan kondisi tanah dan agroklimat dengan kelembaban yang cukup tinggi. Dalam hal ini, pemberian casting dan pupuk kandang pada media tanah tampaknya selain meningkatkan porositas tanah juga dapat meningkatkan kelembaban tanah. Kelembaban yang tinggi umumnya diperlukan bagi semua tanaman yang berasal dari kultur jaringan. Hal ini dikarenakan lapisan kutikula pada daun masih tipis, stomata belum berfungsi secara normal, serta hubungan jaringan pembuluh batang dan akar yang belum sempurna.


1. KEADAAN IKLIM

Tanaman Porang mempunyai sifat khusus yaitu mempunyai toleransi yang sangat tinggi terhadap naungan atau tempat teduh. Tanaman Porang hanya membutuhkan intensitas cahaya yang rendah atau kurang dari 40%. Meskipun tanaman porang dapat tumbuh baik pada ketinggian 0 - 700 m di atas permukaan laut. Tetapi, tetap saja kawasan yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman porang adalah pada daerah yang mempunyai ketinggian antara 100 - 600 m di atas permukaan laut.

Porang yang ditanam pada daerah atau kawasan yang ketinggian tempatnya lebih tinggi (>700 mdpl) dengan suhu harian rata-rata lebih rendah (dinhin), masa tumbuh aktifnya akan lebih lama (>4 bulan).

2. KEADAAN TANAH

Untuk mendapatkan hasil umbi yang baik (ukuran, bentuk, dan kepadatan), tanaman porang harus ditanam pada tanah yang gembur dan subur serta tidak becek (tergenang air) pada musim hujan. Derajat keasaman tanah yang ideal adalah berkisar antara pH 6-7. Menariknya, porang dapat tumbuh pada kondisi jenis tanah apa saja dengan baik. Tanah dengan pH 7 biasanya banyak terdapat didaerah hutan Jati atau pegunungan kapur. Tanaman Porang yang ditanam dan tumbuh di daerah tersebut,bobot kering umbinya lebih tinggi dibandingkan umbi porang yang di tanam pada tanah dengan pH <6.

3. KONDISI LINGKUNGAN

Lingkungan tumbuh yang sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman porang adalah lahan yang ternaungi oleh tegakan pohon tahunan. Tujuannya adalah supaya intensitas cahaya matahari yang sampai ke permukaan lahan yang ditumbuhi porang akan lebih rendah. Tujuan lainnya adalah agar suhu udara di lahan porang menjadi lebih rendah dan kelembaban udaranya lebih tinggi daripada lingkungan sekitar.

Beberapa jenis pohon naungan yang ideal untuk pertumbuhan tanaman porang adalah jenis pohon jati, mahoni, sono, dan lainnya. Prinsip pertumbuhan tanaman porang perlu adanya naungan dan terhindar dari bahaya kebakaran. Tingkat kerapatan naungan sebaiknya lebih dari 40%, sehingga semakin rapat naungan akan semakin baik bagi pertumbuhan dan perkembangan porang. Dan sebagai hasilnya, akan meningkatkan produktivitas dan kualitas umbi porang yang bagus secara signifikan.

Hidayat, Ramda., dkk. 2013. Tanaman Porang : Karakter, Manfaat, dan Budidaya. Yogyakarta. Graha Ilmu.

#tanamanporang #porang #amorphophallus

Post a Comment